(Lanjutan post…) Catatan harian pasien dokter gigi bag. 32

Talang Kelapa-20130418-01031

hampir empat bulan lebih gak bikin appointment sama dokter gigi saya.

setelah bikin janji akhirnya hari ini bisa ke klinik lagi, niatnya sengaja ditelat-telatin biar dapet jadual malem… ternyata klinik hari itu gak terlalu rame, mungkin pasien yang lain telat dateng… tak berapa lama tiba giliran saya,

wahyu: “masuk… buka pintu dan senyum ke dokternya.  :mrgreen: “

dokter: “wahyu udah nakal ya… jarang kontrol” sembari melotot kearah saya, –didampingi mbak endang dan nindy yg cekikikan dibelakang huahahahhahaha…

masa sih kamu nakal

wahyu: senyum makin lebar sembari nyari alesan… :p

dengan polosnya ono menyodorkan sebuah amplop kecil berisikan button & bracket yg lepas (total: 5 “dapet award dari dokter krn lepas paling banyak huuuurahh :mrgreen: )

tak berapa lama tangan cekatan asisten dokter mba nindy segera memasang braket baru… dibersihin dulu sisa lem lama… dikasih plastipak (hhhmmmm asem-asem gitu kayak belimbing wuluh–ibu hamil pasti suka! :mrgreen: ) baru terakhir dikasih Xenopaste orthodontic (semacam lem untuk behel)…

rencananya hari ini 18 April 2013 saya rencanakan untuk lepas behel, but gak bisa kata dokternya… krn ad mili space diantara molar 1 dan kaninus saya. alhasil braket yg lepas dibeberapa gigi diganti lagi dan dipakein power chain, archwire yg atas pun diganti krn elastisitasnya udah gak sipp lagi :). dokter kembali menyinggung masalah wisdom of teeth saya (saya putuskan untuk tetap membiarkan gigi ini pada tempatnya) agar segera mengoperasinya karena ditakutkan apabila tidak dilakukan akan mempengaruhi susunan gigi di rahang bawah/jadi berantakan (relaps). 

yuk liat beberapa pic yang berhasil diambil:

all in

overall saya sudah sangat puas dengan hasil yang didapat selama memasang kawat gigi dengan dokter ima… mmhh bisa diliat sendiri hasilnya mulai dari postingan ke-1 sampai yg ini… terasa banget perbedaannya ;)

okedeh sekian dulu report kali ini… posting selanjutnya saya mau bikin chart tentang perawatan saya dari awal sampe akhir… first in the world lho (blum nemu blog lain yg bikin spt ini… tunggu tanggal mainnya :mrgreen: )

Bahan Bleaching Dengan Kalsium, Efektifkah Memutihkan & Mencegah Gigi Sensitif? baca yuk!

di pasaran banyak terdapat berbagai produk in office bleaching dengan berbagai keunggulan masing-masing… cek di forum kaskus, online shop yg menggunakan media blog, jejaring sosial sampe ke Blackberry Messenger pun ada! Salah satunya adalah produk in office bleaching yang mengandung KALSIUM yang diklaim dapat mengurangi efek sensitivitas gigi selama perawatan. Tentu klaim tersebut perlu dibuktikan secara ilmiah… baca yuk kelanjutannya:

ToothWhitening_image4Journal of the American Dental Association (JADA) vol. 143 no. 12 yang diterbitkan pada 1 Desember 2012, mencoba menguji efektivitas bahan in office bleaching yang mengandung kalsium dalam memperbaiki warna gigi dan mencegah efek sensitivitas gigi selama perawatan.

Peneliti membandingkan daya kerja bahan bleaching hydrogenperoxide gel 35% yang mengandung kalsium dan tidak mengandung kalsium pada 40 orang partisipan berusia di atas 18 tahun dengan gigi bebas karies. Prosedur bleaching dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda selama satu minggu antar prosedur.

Hasilnya, kedua bahan bleaching tersebut memperlihatkan efek perbaikan warna gigi yang signifikan dan dengan hasil yang setara satu sama lain dengan rata-rata perubahan antara 7-8 shade guide unit. Namun, 80% partisipan yang menggunakan bahanbleaching tanpa kalsium mengalami efek gigi sensitif selama prosedur bleaching berlangsung. Sedangkan pada partisipan yang menggunakan bahan bleaching yang mengandung kalsium hanya sekitar 40%-nya saja yang mengalami efek samping ini. Selain itu, intensitas sensitivitas gigi juga lebih tinggi pada partisipan yang menggunakan bahan bleaching tanpa kandungan kalsium.

teeth-whitening

Dengan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bahanbleaching yang mengandung kalsium cukup efektif dalam mengurangi efek samping gigi sensitif yang biasa terjadi selama perawatan bleaching dan memiliki kemampuan yang sama dengan bahan bleaching tanpa kalsium dalam memperbaiki warna gigi.

jadi apakah gigi anda warnanya gak putih? apakah gigi anda kusam karena faktor kelainan genetik, perokok berat, penggunaan antibiotik tetrasiklin, atau karena faktor umur… semua bisa putih! ayoook ke dokter gigi :mrgreen:

JADA: Tooth sensitivity and bleaching effectiveness associated with use of a calcium-containing in-office bleaching gel.

sumber gambar:
goadentalsmile.com dan daviddonnellydds.com

(Lanjutan post…) Catatan harian pasien dokter gigi bag. 31

well artikel ini seharusnya launching 20 hari yang lalu… berhubung banyak kerjaan sana sini di even Musi Triboatton dan sekembalinya dari luar kota kondisi fisik saya drop menyebabkan tertundanya artikel rutin ini.

oke lanjut ya dengan seri ke-31:

ono pernah nulis di laporan ke seri pertengahan (#14) mengenai pemasangan button dan wing. pada waktu itu dipasang untuk muterin posisi gigi M2 dan P2 ono yg kurang sipp.

 

“Fungsi button ini sebebernya cukup penting krn buat narik gigi M2 yang kedorong M3 saya yg mengalami Wisdom of Teeth… sehingga diharapkan posisi giginya akan maju… bu dokter juga buatin Loop Archwire di sekitar M2 untuk membantu agar rahang menjadi Maju untuk memberikan ruang sehingga gigi M2 gak berdesak-desakan sama M3″

31

kemarin sih ok-ok saja pasang aksesori braket yg satu ini but kali ini beda… dipasang di M2 yg posisinya miring ke arah dalam… rasa ngeganjel wing dan button yg ditempel menekan lidah sehingga lidah saya agak sedikit terangkat. empat hari awal setelah pemasangan gak ada normalnya buat makan 4 kali kunyah bablasss langsung telen gak mikir pencernaan lagi :mrgreen: lah wong tiap kunyah si wing dan button selalu nyenggol lidah kresss-kress…

puncaknya ketika ngurusin Even Internasional Musi Triboatton di Etape I Empat lawang. si button sukses membuat luka sariawan di lidah yg menyebabkan saya susah makan… waduhhh jauh dari dokter di Palembang rasanya itu CETAARRR MEMBAHANA (gaya syahrini :P ). kerja 18 jam sehari tapi makan gak normal gara-gara button….

Day #4 Musi Triboatton

gak lama niatan aneh ini terkabul entah Tuhan kasihan melihat penderitaan saya atau memang lemnya gak kuat Button dan wing lepas pas saya lagi makan di rumah dinas bupati Ridwan Mukti. langsung tinggalin meja makan lari ke kamar mandi… buang isi makanan yg ada di mulut dan mencari cari karet dan aksesori button yg lepas… dan aman! untung gak ketelen… masak udah nelen disuruh ganti :mrgreen:

dirasa-rasa rupanya tanpa button makan pun jadi lebih enak… ya udah lancar aja tambah hidangan sana sini hehehehehhe… sampe hari-hari berikutnya.

braket untuk beberapa Molar juga diganti sama bu dokter… hal ini dimaksudkan niatan bu dokter dalam pemasangan loop archwire tadi… kawat yg dibutuhkan untuk pemasangan loop lumayan gede diameternya jadi klo pake buccal tube standar gak iso masuk broo :) jadi digantilah sama braket yg punya lubang .dia yg lebih besar… jadinya posisi loop di M2 (gigi 6) bisa sukses di aplikasikan.

aneh-aneh emang yang dipasang dokter aku di gigi… cari cari artikel sejenis dan ternyata gak ada… wow super sekali ternyata memang jarang banget dokter masang ginian di Molar :)

yg seharusnya 1 rahang ada 4 buccal tube… nah ini saya pake 8. ekstaordinary dah :mrgreen:

————–

berhubung di bagian krusial button dkk lepas pas hari ke-4 even… ato 6 hari setelah pemasangan… jadinya gak maksimal.

saya sempat nyesell banget gak nurutin saran dokter untuk ke SP.BM buat ngebuang M3 saya yg posisinya tidur… ato dalam dunia dokter gigi bilang “wisdom of teeth… dan saya bakal milih buat operasi tuh gigi instead pasang button lagi. percayalah! sakit di lidah kemaren sangat nyiksa banget!

————–

oh ya dokter saya kemaren juga sempat nyuruh untuk rontgen panoramic… mungkin untuk membuka wawasan gigi miring saya yg aduhai itu hehehehehehhe…. temen-temen boleh liat deh hasilnya dibawah :)

scan panoramic

Antara Rokok, Gigi dan Gusi.

“alahhhhh nge-rokok gak ngerokok juga bakalan mati!”

yup begitu lah kata yang terlontar dari kebanyakan perokok aktif jika dinasehati untuk mengurangi kebiasaan negatif mereka…


sudah banyak sekali artikel yang membahas seputar rokok dan bahaya yang ditimbulkan. namun kali ini ono akan mengulas dampak merokok yang berakibat pada kesehatan gigi dan mulut.

mengapa rokok sangat erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut? jelas secara gampang bisa dijawab, yaahhh karena merokok dihisap lewat mulut… klo lewat lubang lain mahh bukan ngerokok namanya heheheheh… Secara gampang bisa kita lihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok, mengapa? simpan rasa penasaran anda… lanjutin deh bacanya:di Indonesia dikenal 2 jenis, rokok dengan filter dan tanpa filter ( lebih dikenal dengan rokok kretek). Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter.

Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ” tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut, beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat” kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah.

Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam).sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok…  jika sang perokok tidak merokok sekurang kurangnya 3 jam maka mulut mereka akan terasa asam… nahhh sebenernya ini bagus krn pada dasarnya rasa asam tersebut mengkondisikan kondisi mulut yg normal (suasana aerob)… tapi mempunyai makna yang berbeda bagi perokok. asam nya mereka terlalu lebay (gak masam-masam banget kok sebenernya hehehehe…)
Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. kadang kala menghitam… Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Beberapa perawatan memang sangat menganjurkan pada pasien perokok untuk benrhenti merokok untuk sementara waktu, selama dalam proses perawatan. Seperti pasien yang dalam masa pemsangan implan.

Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut:

  1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
  2. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.
  3. Penuaan dini. karena secara kontinyu tubuh menghisap candu, racun.
  4. Bau nafas jelas beraroma rokok.
  5. Berubahnya jaringan” dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies, gusi bengkak dll.
  6. baju yang dikenakan oleh perokok lebih apek hehehehhe…
  7. kalo ada cewek/istri nya pasti ngomel-ngomel krn bikin apek rambut si-wanita… huahahahhahaha…. jgn tersinggung ya.
demikian semoga bermanfaat… salam onomenulis.

kenapa dokter gigi selalu “HAND GLOVES mode: ON?”

jadi bukan jijik ya… hehehehe :mrgreen: saya rasa udah jadi risiko dokter gigi untuk bermain-main dengan liur dan kawan-kawan. ini dia penjelasan masuk akal nya:

handscoon/gloves/sarung tangan lateks merupakan bagian dari Personal Protective Equipment (PPE) yang harus dipenuhi ketika melakukan perawatan pasien gigi dan mulut. PPE sendiri didesain untuk melindungi bapak, ibu dokter gigi serta para mas dan embak dental hygienist dari paparan darah dan material infeksius lainnya.

 

 

Kapan handscoon harus digunakan? 
Handscoon digunakan untuk mencegah kontaminasi terhadap tangan dokter dan perawat ketika menyentuh membran mukosa, darah, saliva, dan material infeksius lainnya. Selain itu, handscoon juga berfungsi untuk mengurangi kemungkinan perpindahan mikroorganisme yang ada di tangan operator ke pasien selama perawatan berlangsung. yaaa dokter dan perawat  meskipun mereka mempunyai pengetahuan lebih di bidang kesehatan. mereka juga  manusia dan bisa sakit juga hehehe. (hak untuk hidup) wqkqkkq

Apakah dengan memakai handscoon kita tidak perlu lagi mencuci tangan? 
Handscoon bukanlah pengganti prosedur mencuci tangan. Operator tetap harus mencuci tangan (tuh dokter gigi yang baik mesti ada wastafel di area prakteknya… klo gak ada pikir2 lagi deh… small thing but high impact!) dan mengeringkannya dengan baik sebelum menggunakan handscoon. Apabila tangan tidak dicuci, bakteri di tangan dapat menggandakan diri dengan cepat ketika memakai handscoon karena lingkungan yang lembap. Setelah menggunakan handscoon, tangan juga harus segera dicuci kembali. Hal ini semua dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kebocoran pada handscoon, yang dapat terbentuk baik sebelum maupun selama prosedur perawatan pasien… dokter yang baik pasti mengganti gloves untuk pasien selanjutnya, catet!

Apakah handscoon dapat dicuci sebelum digunakan?
Mencuci handscoon yang terbuat dari latex menggunakan sabun, chlorhexidine, atau alkohol dapat menimbulkan sobekan mikro. Kondisi ini disebut wicking, yaitu suatu kondisi yang memungkinkan cairan untuk menembus lubang yang tidak tampak oleh mata padahandscoon. Oleh karena itu hal ini tidak dianjurkan. pada dasarnya handscoon emang single use only alias sekali pakeee…

Dental material apa saja yang dapat memengaruhi kekuatanhandscoon?
Handscoon yang terbuat dari latex, vinyl, nitrile dan bahan sintetis lainnya dapat melemah apabila terpapar oleh glutaraldehid, hidrogen peroksida, dan alkohol. Dental material lain yang memiliki pengaruh yang sama diantaranya adalah monomer akrilik, chloroform, orange solvent, eugenol, cavity varnish, asam etsa, dan dimetakrilat… dan bahan kimia lain yang bersifat oksidator, asam, korosif dll.

Apa saja jenis-jenis handscoon?

  • Patient examination gloves.

Indikasi: Pemeriksaan dan prosedur non bedah lainnya, termasuk pemeriksaan yang memungkinkan kontak dengan membran mukosa, dan prosedur laboratorium.
Catatan: Terdiri dari steril dan non-steril, penggunaannya sekali pakai untuk satu pasien.
Bahan: Natural rubber latex (NRL), nitrile, polivinyl chloride, polyethylene

  • Surgeon’s Gloves

Indikasi: Prosedur pembedahan.
Catatan: Steril, penggunaan sekali pakai untuk satu pasien.
Bahan: NRL, nitrile, kombinasi latex dan/atau sintetis.

  • Non-medical Gloves
Indikasi: pembersihan dan disinfeksi alat, memegang bahan kimia dan benda tajam yang sudah terkontaminasi, tidak digunakan ketika merawat pasien.
Catatan: Sarung tangan serba guna yang tahan sobek, tahan bahan kimia. Dapat dicuci setelah digunakan, dan dapat digunakan berulang kali.
Bahan: NRL dan nitrile atau campuran chloroprene, nenoprene, nitrile, butyl rubber.
sekian artikel tentang sarung tangan ini… akhirnya saya tahu setelah sebelumnya saya berasumsi bahwa dokter gigi “geli” bersentuhan dengan liur pasien. setelah membaca artikel ini saya paham bahwa  itu “prosedur” heheheh. :mrgreen:

Selamat Idul Fitri 1433H

Bersamaan dengan tenggelamnya Matahari diufuk Barat maghrib kemarin, Bulan Suci penuh keistimewaan kembali meninggalkan kita semua, dan Hilal Syawal Pun terbit menyambut personal personal penuh jiwa kemenangan. Semoga Allah SWT, Tuhan YME menerima Puasa dan segala ibadah kita dibulan Suci kemarin dan semoga Kawah Chandradimuka Ramadhan  bisa mengubah kepribadian kita menjadi semakin lebih baik. Selamat Hari raya Iedul Fitri 1433H, Taqaballahu Minna wa minkum Shiyamana wa shiyamakum, ja’alanallahu minal a’idin wal faidzin

(Lanjutan post…) Catatan harian pasien dokter gigi bag. 30

hai… :mrgreen:

mengawali postingan ke-30 ini diawali dengan braket lepas lagi :) heheheheh… lepasss terus. kok bisa ya :| kali ini yang lepas braket lateral incisor cuma itu aja kok… gak banyak :mrgreen:

Rahang Atas ono ditarik lagi pake power chain dipadukan sama reverse wire biar giginya agak naik hmmm…. sama gigi central incisor nya kurang tegak diiikittt… :)

rahang bawahnya seperti biasa masih direverse biar posisinya agak turun dikit CMIIW

nahh klo yang nyutt-nyutt akibat force yg dihasilkan power sama kawat reverse sih udah biasa saya… :) klo luka di selaput lendir pipi bagian dalam akibat tertekan behel itu baru maknyosss :shock: hal ini diakibatkan posisi tidur saya yg salah… sehingga pipi saya tertekan bantal dan akibatnya behel menekan pipi bagian dalam. hasilnya? luka baret sepanjang 7 cm menghiasi selaput lendir pipi bagian dalam WOW!

sampe sekarang gak ilang2 sakitnya… tragis juga nih. :mad: jangan ditiru deh tidur tengkurep klo pake behel…

yoah segitu dulu laporan ke-30 ini. untuk mengimbangi laporan yang singkat ini nanti saya posting beberapa artikel kesehatan lainnya. tetap pantengin onomenulis dan sampe jumpa…! :mrgreen: