yup… sesuai dengan judulnya kli ini ono mau membahas tentang printer fenomenal dari EPSON JEPANG… printer yang sengaja dibuat khusus buat pasar Indonesia. printer ini sangat berbeda dari printer yg lain karena dilengkapi dengan CISS asli dari jepang, tinta asli dari jepang tapi printernya di rakit di Filipina
sesuai standar Epson.
yg pertama harus dilakukan dengan printer Epson L100/L200 ini adalah mengisi tinta nya… setelah membuka paket tintanya tampak 6 botol cantik dilalam kemasan bundling nya… segera ono isi satu persatu ink tank nya
sebelum menjalankan proses “ink charging” yang memakan waktu 20 menit.
setelah Ink charging barulah kita install softwarenya dan memasukkan No. id masing-masing tinta (hal ini harus dilakukan atau jika tidak printer akan menganggap tinta ink tank kita tidak pernah diisi! setelah selesai menurut pengalaman ono… inkcharging tidak sepenuhnya menghantarkan tinta ke cartridge internal di dalam… masih butuh printhead cleaning sebelum melakukan printing… nah dan hal yang sangat penting harus dilakukan orang yg punya printer (namun kebanyakan tidak tahu!!
) adalah PRINTHEAD ALIGNMENT,,, yaitu sebuah fitur yang dimiliki printer untuk meng-kalibrasi sumbu x dan y pada print head. fungsinya akan sangat berguna jika kita menceak dokumen yang ada garis/tabel atau gambarnya. akan tercetak sangat rapih dan lurus. jika ini tidak kita lakukan akan membuat garis/tabel/gambar bengkok2… patah2 kayak goyang annisa bahar
KELEBIHAN EPSON L200 menurut saya:
- dilengkapi CISS (continous Ink Supply System) yang asli pabrik/ desain asli epson dan buka tambahan menjadi nilai utamanya
- warna dasar body printer hitam dengan bagian atasnya (tutup scanner) dilapisi bagian “Anti-Fingerprint” hal ini cukup membantu sehingga ketika menyentuh printer tidak terlinggal sidik jari kita… kompetitor saingannya dengan harga serupa masih menggunakan lapisan resin sehingga meninggalkan jejak sidik jari… terkesan kotor
- body printer tergolong kecil… mudah menempatkannya di tempat yang tidak terlalu luas.
- LOW NOISE
polusi suara ketika printer ini ber-operasi sangatlah rendah nyaris tak terdengar… tidak perlu lagi fitur quiet mode seperti pesaingnya heheheheheh
KEKURANGAN EPSON L200 menurut saya:
- hasil cetak PPM untuk B/W dan color menurut saya berada pada speed sedang, kompetitornya dengan harga serupa akan mencetak lebih cepat…
- warna black pada tinta nya kurang hitam
tidak terlalu pekat… mungkin ini dampak penggunaan dye base ink
- tombol copier kurang lengkap… tidak ada tombol jumlah copy tertentu misal… jumlah copy dari angka 1-9.
- paper tray out susah dibuka… agak keras dan ngeri patah
sekilas setelah membuka box printernya kita dapat melihat sebuah printer berwarna hitam, dengan tangki tinta di sisi kirinya… 6 botol tinta standar(terdiri dari Bk 3 botol dan C,Y,M masing2 satu botol), serta perangkat standar lainnya seperti kabel USB, kabel AC power, CD driver dan Software bundling.
segini saja dulu yang ono bahas mengenai printer ke-2 di kamarku ini… klo ada pertanyaan tinggalkan saja komen dibawah sebisa mungkin saya bantu dengan tulus
selanjutnya ono akan bagi tips buat L100/L200 untuk membuat waste ink bottle sehingga lebih efisien… jadi gak kebanjiran deh popok di dalam printer ituuu… tunggu deh artikelnya
Oom ONO
Saya Ijin Nanya ! Gini Masalah Paper Jam –> remove any remaining jammed paper by hand, then press the copy button on the printer
Apa Yang Harus Saya Lakukan ?Terimakasih..
buka tray paper di depan… intip pake senter, pastikan gak ada kertas yang tersisa di dalam roll paper. semoga membantu