kebohongan turun-temurun sang dokter :)

nulis artikel intermezo ahhh🙂

well permasalahan ini memang cukup pelik dimana kita sebagai orang sipil kadang tidak menyadari bahwa waktu kecil jika pergi ke dokter sering banget dibohongi sama si dokter😐 saya juga waktu kecil sering bgt dibohongi… hiks.

Masih ingat tidak saat Anda kecil dulu. Ketika harus disuntik berbagai macam vaksin yang harus di inject, antibiotik, vit.c dan semacamnya sang dokter akan mengatakan, “Nggak sakit kok, dik, rasanya seperti digigit semut.” Apakah benar demikian? Tentu tidak, disuntik dengan digigit semut adalah dua hal yang jauh berbeda. Saat disuntik, maka ada bahan kimia/obat yang diinjeksikan ke dalam tubuh. Sementara semut, menggigit sebagai perlawanan mereka… Dokter pada akhirnya selalu bisa membujuk kita. Mengatakan disuntik seperti digigit semut? Hmm… memang sangat konyol sekali. Tetapi walaupun kita menangis, toh akhirnya kita juga mau disuntik olehnya kan?
Memang kebohongan yang dilakukan oleh dokter tersebut demi kebaikan💡 Tetapi saat Anda sudah dewasa tentu Anda juga sebal kan, kenapa harus bilang rasanya seperti digigit semut?
Tak adakah cerita kreatif lainnya? ayooo para dokter… karanglah suatu alasan yang lebih menarik lagi, supaya kami bisa ditipu ketika disuntik jiakakakakakak :mrgeen:

One thought on “kebohongan turun-temurun sang dokter :)

  1. hehehehe.. betul itu..
    dan sampai sekarang masih dipake tuh walaupun klise..
    kl saya rada ekstrim ya, saya ga mau bohong sama anak saya, say ingin dia belajar menghadapi kenyataan, walau umurnya baru 2 tahun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s